<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ilmu Perkapalan Dan Teknologi Kelautan</title>
	<atom:link href="http://me-poltekkapal.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://me-poltekkapal.info</link>
	<description>Marine Engineering Yunus Chalim Blog&#039;S</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jun 2010 06:53:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ukuran Utama Kapal ( Main Dimension Of Ships )</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/06/ukuran-utama-kapal-main-dimension/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/06/ukuran-utama-kapal-main-dimension/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 07:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[engineering]]></category>
		<category><![CDATA[AP]]></category>
		<category><![CDATA[B]]></category>
		<category><![CDATA[FP]]></category>
		<category><![CDATA[H]]></category>
		<category><![CDATA[LOA]]></category>
		<category><![CDATA[LPP]]></category>
		<category><![CDATA[LWL]]></category>
		<category><![CDATA[T]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan menjelaskan tentang ukuran utama kapal ( main dimension ) secara umum, dibawah ini adalah penjelasannya disertai dengan gambar sebagai penunjang pemahaman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/06/main-dimension.bmp"><img class="alignleft size-full wp-image-371" title="main dimension" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/06/main-dimension.bmp" alt="ukuran utama kapal" /></a>keterangan: GAMBAR DAPAT DIPERJELAS, CARANYA CLIK IMAGE TERSEBUT&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya akan menjelaskan tentang ukuran utama kapal ( main dimension ) secara umum, dibawah ini adalah penjelasannya disertai dengan gambar sebagai penunjang pemahaman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Panjang Kapal.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Loa</strong> ( Length over all)<span id="more-370"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Adalah panjang kapal keseluruhan yang diukur dari ujung buritan sampai ujung haluan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>LPP / LBT </strong>( Length between perpendiculars ).</p>
<p style="text-align: justify;">Panjang antara kedua garis tegak buritan dan garis tegak haluan yang diukur pada garis air muat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>AP</strong> ( After perpendicular ) / Garis tegak buritan.</p>
<p style="text-align: justify;">Letaknya pada linggi kemudi bagian belakang atau pada sumbu poros kemudi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FP</strong> ( fore perpendicular ) / Garis tegak haluan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah merupakan perpotongan antara linggi haluan dengan garis air muat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lwl</strong> (Length of water line) / Panjang garis air</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah jarak mendatar antara ujung garis muat ( garis air ), yang diukur dari titik potong dengan linggi buritan sampai titik potongnya dengan linggi haluan dan diukur pada bagian luar linggi buritan dan linggi haluan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Lebar Kapal.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B </strong>( Breadth ) / lebar yang direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah jarak mendatar dari gading tengah yang diukur pada bagian luar gading. ( tidak termasuk tebal pelat lambung ).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bwl</strong> ( Breadth of water line ) / lebar pada garis air muat.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah lebar yang terbesar yang diukur pada garis air muat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Boa</strong> ( Breatdh over all ) / lebar maksimum.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah lebar terbesar dari kapal yang diukur dari kulit lambung kapal disamping kiri sampai kulit lambung kapal samping kanan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Tinggi Geladak.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>H ( D )</strong> / ( Depth ) / tinggi terendah dari geladak.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah jarak tegak dari garis dasar sampai garis geladak yang terendah, umumnya diukur di tengah – tengah panjang kapal.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Sarat Kapal.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>T</strong> ( Draft ) / sarat yang direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah jarak tegak dari garis dasar sampai pada garis air muat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/06/ukuran-utama-kapal-main-dimension/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Umum ( General Arrangement )</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/05/rencana-umum-general-arrangement/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/05/rencana-umum-general-arrangement/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 14:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[lines plan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana garis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Rencana umum atau general arangement dari suatu kapal dapat didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan ( fungsi ) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk mencapai ruangan tersebut]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_365" class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/05/General-arrangement.jpg"><img class="size-medium wp-image-365" title="General arrangement" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/05/General-arrangement-294x300.jpg" alt="rencana umum" width="294" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">rencana umum</p></div>
<p>Rencana umum atau general arangement dari suatu kapal dapat didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan ( fungsi ) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk mencapai ruangan tersebut. Sehingga dari batasan diatas, ada 4 langkah yang harus dikerjakan, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">- Menetapkan ruangan utama.</p>
<p style="text-align: justify;">- Menetapkan batas – batas dari setiap ruangan.</p>
<p style="text-align: justify;">- Memilih dan menempatkan perlengkapan dan peralatan dalam batas dari ruangan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">- Menyediakan jalan untuk menuju ruangan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Langkah – Langkah Dalam Merencanakan General Arrangement Suatu Kapal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pembagian ruangan – ruangan utama ( main – spaces ) yakni :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Ruangan Muatan.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Ruangan mesin.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Ruang Navigasi.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Tangki – tangki.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Ruangan lainnya.<span id="more-364"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Ruangan Muatan : ( cargo spaces ).</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menentukan kebutuhan volume ruang muatan berdasarkan jenis, jumlah dan specific volume dari muatan yang akan diangkut.</li>
<li> Menentukan panjang ruang muatan dan letak ruangan muatan kapal.</li>
<li>Menentukan jumlah dan letak dari transverse watertight bulkhead berdasarkan perhitungan flodable length ( watertight subdivision ) dengan memperhitungkan rules klasifikasi mengenai hal ini, termasuk ketentuan mengenai collision bulkhead ( Forepeak bulkhead ) dan after peak bulkhead ( stuffing box bulkhead ).</li>
<li>Menentukan tinggi double bottom berdasarkan peraturan klasifikasi.</li>
<li> Menentukan frame – spacing berdasarkan peraturan klasifikasi.</li>
<li> Menentukan jumlah dan tinggi geladak antara ( tween deck ) dengan memperhatikan jenis dari muatan yang diangkut kapal.</li>
<li>Menentukan jumlah dan ukuran serta letak dari hatchways ( lubang palkah ).</li>
<li>Menentukan jumlah, kapasitas dan letak dari ventilator trunk.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ruangan Mesin : ( Machinery spaces ).</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menentukan letak ruang mesin ( ditengah kapal, dibelakang kapal atau diantara tengah dan belakang kapal ) dengan mempertimbangkan jenis muatan, volume ruang muatan, ballast dan trim dan lain – lain.</li>
<li>Menentukan kebutuhan volume ruangan mesin dan panjang ruang mesin dengan memperhatikan ukuran mesin induk dan layout kamar mesin.</li>
<li>Menentukan ukuran mesin induk berdasarkan jenis, jumlah tenaga dan putaran mesin.</li>
<li>Menentukan secara garis besar lay – out dari kamar mesin ( letak mesin induk, mesin – mesin bantu dan lain – lain peralatan utama ).</li>
<li> Menentukan tinggi pondasi mesin dengan memperhatikan tinggi double bottom dan tinggi propeller shaft ( sumbu baling – baling ).</li>
<li>Menentukan letak dan ukuran dari engine opening engine room skylight dan funnel ( cerobong ), dengan memperhatikan juga means of scape.</li>
<li>Untuk lay – out dari kamar mesin perlu juga di perhatikan settling dan service tanks.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menentukan letak, jumlah, jenis, kapasitas, dan ukuran dari ruangan – ruangan berikut ( termasuk perlengkapan didalamnya ) berdasarkan tingkatan dan jumlah anak buah kapal dan penumpang dengan memperhatikan super structure dan deck – house yang tersedia.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sleeping room.</li>
<li>Mess room ( dining room ).</li>
<li>Washing accommodation.</li>
<li>Hospital.</li>
<li>Galley dan provision store.</li>
<li>Acces ( jalan ), ladder dan stairs dalam hubungannya dengan means of escape sesuai konvensi SOLAS 1960 / 1974.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Ruangan navigasi : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">menentukan letak dan luas dari ruangan navigasi yang meliputi :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Wheel house.</li>
<li>Chart room.</li>
<li>Radio room.</li>
<li>Dalam hubungan dengan navigasi perlu diperhatikan letak, jenis dan jumlah dari lampu navigasi yang dibutuhkan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Tangki – tangki : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menentukan letak dan volume dari tangki – tangki ( yang merupakan bagian dari badan kapal ) berikut.<strong></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tangki ballast.</li>
<li>Tangki air tawar, yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang dan radius pelayaran.</li>
<li>Tangki bahan bakar, yang didasarkan atas fuel consumption dan besarnya tenaga mesin serta radius pelayaran kapal. Pada umumnya dibedakan antara jenis bahan bakar H.V.F( Heavy Viscousity Fuel ) dan diesel oil.</li>
<li>Tangki minyak pelumas yang didasarkan atas kebutuhan minyak pelumas.</li>
<li>Tangki muatan cair ( deep – tanks untuk palm oil, latex, glyserine dan lain–lain ).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Ruangan – ruangan lain :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Steering gear compartment, menentukan letak dan ukuran ruangan jenis, kapasitas dan ukuran steering gear yang dipakai yang didasarkan atas momen torsi dari kemudi ( yang tergantung dari luas kemudi displacement dan kecepatan kapal ). Juga dengan memperhatikan persyaratan SOLAS convention 1969 / 1974. Untuk ruangan akomodasi perlu diperhatikan jenis, jumlah dan ukuran dari side scuttle ( jendela kapal = side lights ) dan ukuran dari pintu.</li>
<li>Menentukan lokasi dari ruangan untuk Emergency Source of Electrical Power.</li>
<li>Menentukan lokasi dari CO2 room.</li>
<li>Menentukan ruangan – ruangan berikut : Lamp store, paint store, rope store, electrical store, boatswain store etc.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Peralatan bongkar muat :</p>
<ul>
<li>Menentukan jenis peralatan bongkar muat, jumlah, kapasitas dan ukuran dari derrick boom, mast, cargo winch yang didasarkan atas beban dari alat – alat bongkar muat ( S.W.L. = Safe Working Load ), berikut penempatan dari peralatan bongkar muat tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Life – boat dan launching devices :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dan ukuran life boat serta penempatannya yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang serta lokasi dari tempat tinggal anak – buah kapal dan penumpang diatas kapal.</li>
<li> Menentukan jenis launching devices ( dewi – dewi = davits ), ukuran dan kapasitasnya yang didasarkan atas berat life – boat dan cara peluncurannya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Peralatan Tambat :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dari peralatan tambat berikut beserta penempatannya diatas kapal : Windlass ( mesin jangkar = anchor winch )Bollard ( bolder ). Warping winch. Port gangway ( tangga kapal ). Mooring capstan.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Menentukan ukuran jangkar, rantai jangkar dan tali temalikapal yang di gabung atas equipment number dari peraturan klasifikasi.</li>
<li style="text-align: justify;"> Menentukan ukuran dan letak dari chainlocker (kotak rantai)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/05/rencana-umum-general-arrangement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ultrasonic Test for Welding Check</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/04/ultrasonic-test/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/04/ultrasonic-test/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 11:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[engineering]]></category>
		<category><![CDATA[test]]></category>
		<category><![CDATA[non destructive test]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Pada pengecekan hasil las-lasan ( welding ) yang pernah saya lakukan pada foundation deck crane dilakukan dengan metode ultrasonic test (UT ) ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil untuk menela'a lebih lanjut tentang proses  ultrasonic test (UT ).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ultrasonic test ( UT )</strong> adalah suatu test pada logam yang digunakan untuk mengecek hasil las-lasan atau kekuatan logam material dengan memancarkan gelombang magnetik menggunakan prop dan layar pembaca. Pada pengecekan hasil las-lasan ( welding ) yang pernah saya lakukan pada <em>foundation deck crane</em> dilakukan dengan metode <strong>Ultrasonic test ( UT ) </strong>ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil untuk menela&#8217;a lebih lanjut tentang proses  <strong>Ultrasonic test ( UT )</strong><em>, </em>memang banyak kelebihan dengan penggunaan test ini pada hasil las-lasan tapi banyak juga kekurangan dibandingkan test lain seperti penetrant test, infrared test dll, perlu diketahui <strong>Ultrasonic test </strong>merupakan jenis test yang tidak merusak atau disebut <strong>non destruktive test ( NDT )</strong>, dibawah ini adalah sedikit cerminan pengetahuan saya tentang <strong>ultrasonic test </strong><em>.</em></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Prosedur pelaksanaan <em>ultrasonic test</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">a.  Melakukan penggerindaan pada daerah yang akan diuji.<span id="more-356"></span></p>
<p style="text-align: justify;">b. Persiapan peralatan, melakukan pengaturan pada alat <em>ultasonic.</em></p>
<p style="text-align: justify;">c.  Membasahi bagian las-lasan yang akan diamati dengan <em>ultra gel</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">d. Mengarahkan bagian prop dari alat <em>ultasonic</em> ke sasaran yang akan diamati.</p>
<p style="text-align: justify;">e.  Mengamati tampilan pada layar apakah terdapat gelombang yang terindikasi sebagai cacat las.</p>
<p style="text-align: justify;">f.  Menandai dengan <em>steel marker</em> apabila terdapat cacat las.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Metode <em>ultrasonic</em> memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">a.  Mempunyai kekuatan <em>penetrasi</em> yang tinggi sehingga bisa digunakan pada material dengan ketebalan sampai 6 meter ( tergantung dari sensivitas alatnya ).</p>
<p style="text-align: justify;">b. Memiliki <em>sensitivitas</em> tinggi, sehingga bisa mendeteksi cacat yang sangat kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">c.  Memiliki akurasi yang lebih baik dari metode <em>NDT ( non destructive test )</em> lainnya dalam menentukan posisi, orientasi ukuran, dan bentuk cacat internal.</p>
<p style="text-align: justify;">d. Hanya membutuhkan satu permukaan yang dapat diakses.</p>
<p style="text-align: justify;">e.  Tidak berbahaya bagi operator dan orang di sekitarnya</p>
<p style="text-align: justify;">f. Outputnya bisa diproses dengan computer untuk mengetahui karakteristik cacat dan untuk menentukan sifat sifat material.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Kekurangan metode <em>ultrasonic</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">a.  Hasinya tidak dapat didokumentasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">b. Bagian yang tidak rata, ketidakteraturan bentuk, komponen yang sangat kecil atau sangat tipis, atau yang tidak <em>homogen</em> sulit diinspeksi</p>
<p style="text-align: justify;">c.  Dibutuhkan <em>couplant</em> antara <em>transducer ultrasonic</em> dengan bagian yang sedang <em>diinspeksi</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">d. Dibutuhkan <em>reference standart</em> untuk pengkalibrasian dan untuk mengetahui karakteristik cacat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/04/ultrasonic-test/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Muatan Kapal Berdasarkan Sifatnya ( kwalitas )</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/04/jenis-muatan-kapal-berdasarkan-sifatnya-kwalitas/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/04/jenis-muatan-kapal-berdasarkan-sifatnya-kwalitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[jenis muatan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis muatan kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kapal]]></category>
		<category><![CDATA[perkapalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Muatan-muatan yang diangkut di kapal dapat dibagi dalam golongan-golongan besar menurut sifat-sifatnya (kwalitasmya)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/cargo-ship-conainer.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-348" title="cargo ship conainer" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/cargo-ship-conainer.jpg" alt="cargo ship conainer" width="300" height="300" /></a>Demi tercapainya suatu kondisi kwalitas yang baik maupun menjaga kwalitas muatan sehingga sama dengan keadaannya pada waktu muatan itu diterima di kapal maka haruslah kita mengenal betul sebelumnya akan sifat-sifat dari muatan. Muatan-muatan yang diangkut di kapal dapat dibagi dalam golongan-golongan besar menurut sifat-sifatnya (kwalitasnya) yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Muatan Basah ( <em>Wet Cargo </em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan muatan basah itu adalah muatan-muatan cair yang disimpan dibotol-botol, drum-drum, sehingga apabila tempatnya pecah / bocor akan membasahi muatan-muatan lainnya. Contoh : susu, bier, buah-buahan dalam kaleng, cat-cat, minyak lumas, minyak kelapa, fuel oil dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Muatan Kering ( <em>Dry Cargo </em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksudkan muatan kering itu adalah muatan-muatan kering yang rusak bila basah , misalnya :</p>
<ul>
<li>Muatan-muatan ini tidak merusak jenis muatan lain.<span id="more-347"></span></li>
<li>Mudah dirusak oleh muatan lain.</li>
<li>Muatan kering ini harus dipisahkan terhadap muatan basah dalam palka tersendiri.</li>
<li>Dalam satu palka, muatan kering harus diatas dan muatan basah dibawah.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Contoh jenis muatan tepung, beras, biji-bijian, bahan-bahan pangan kering, kertas rokok, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Muatan Kotor / Berdebu ( <em>Dirty / Dusty Cargo </em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Muatan kotor / berdebu antara lain : semen, biji timah, arang, dan lain sebagainya. Muatan ini menimbulkan debu yang dapat merusak jenis barang lain terutama muatan bersih. Setelah dibongkar muatan ini selalu meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan. Dalam pemuatan perlu dipisahkan terhadap muatan lainnya bahkan dipisahkan terhadap sesama golongannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Muatan Bersih ( <em>Clean Cargo </em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Muatan dari golongan ini tidak merusak muatan lain dan tidak meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan setelah di bongkar. Muatan ini juga Tidak merusak jenis barang lain. Contoh : sandang, benang tenun, perkakas rumah tangga ( piring, mangkok, gelas ), barang-barang kelontong.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Muatan Berbau ( <em>Odorous Cargo </em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jenis muatan ini dapat merusak / membuat bau jenis barang lainnya, terutama terhadap muatan seperti teh, kopi, tembakau dll., maupun dapat pula merusak sesama golongannya sendiri. Contoh : kerosin, terpentin, amoniak, greasy wool, crade rubber, lumber (kayu), ikan asin dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Muatan Bagus / Enak ( <em>Delicate Cargo</em>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang termasuk dalam golongan ini adalah golongan muatan yang pada umumnya terdiri dari bahan-bahan pangan. Jenis barang ini dengan mudah dapat dirusak oleh barang-barang yang mengandung bau, muatan basah dan muatan kotor / berdebu. Contoh : beras, tepung, teh, tepung terigu, susu bubuk dalam plastik, tembakau, kopi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Muatan Berbahaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jenis barang ini adalah golongan muatan yang mudah menimbulkan bahaya ledakan ( <em>explosif </em>) maupun kebakaran. Pemuatan / pemadatan muatan ini haruslah ditempatkan yang tersendiri dan pemuatannya harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk yaitu blue book.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh : dinamit, mesin, kepala peluru, black powder, fire works, gasoline, carbon disulfide, korek api, film dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat jenis barang-barang yang digolongkan sebagai <strong><em>muatan yang bersifat netral </em></strong>artinya bahwa muatan yang tidak rusak / dapat dirusak oleh muatan-muatan lainnya, seperti : rotan, bambu, kayu balok, timah, muatan dalam container dll</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/04/jenis-muatan-kapal-berdasarkan-sifatnya-kwalitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisis Pompa Sentrifugal</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/04/analisis-pompa-sentrifugal/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/04/analisis-pompa-sentrifugal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 12:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesin Fluida]]></category>
		<category><![CDATA[engineering]]></category>
		<category><![CDATA[pompa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian pompa sentrifugal itu sendiri adalah pompa dengan gerak fluida cair karena adanya konversi energi kinetik akibat putaran sudu-sudu pompa menjadi tekanan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/centrifugal_pump.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-335" title="centrifugal_pump" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/centrifugal_pump.jpg" alt="centrifugal_pump" width="300" height="225" /></a>Pengertian pompa sentrifugal itu sendiri adalah pompa dengan gerak fluida cair karena adanya konversi energi kinetik akibat putaran  impeller dari sudu-sudu pompa menjadi tekanan. Pada industri perkapalan pompa sentrifugal banyak digunakan untuk memeperlancar proses kerja di kapal, begitupun pula didarat pompa ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pemindahan fluida dari satu tempat ke tempat yang lainnya. pada beberapa kasus penggunaan pompa ini memiliki effisiensi kerja yang lebih tinggi dibandingkan pompa displacement.</p>
<p style="text-align: justify;">pompa ini memiliki keunggulan Bila dibandingkan dengan pompa displacement, pompa sentrifugal pada umumnya mempunyai kekurangan dan kelebihan dibandingkan pompa lainnya yaitu sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelebihan :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pada umumnya volume yang sama, harga pembelian lebih rendah.</li>
<li>Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak {tak ada katup dan sebagainya }, jadi pemeliharaan rendah.</li>
<li>Lebih sedikit memerlukan  tempat.<span id="more-334"></span></li>
<li>Jumlah putaran tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk pergerakan langsung oleh sebuah electromotor atau turbin.</li>
<li>Jalannya tenang, sehingga fondasi dapat di buat ringan.</li>
<li>Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat cair yang mengandung kotoran.</li>
<li>Aliran zat cair yang tak terputus – putus.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kekurangan :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri {tidak dapat memompakan udara}.</li>
<li>Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume yang kecil.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan pompa sentrifugal itu demikian besar, sehingga pompa ini lebih banyak digunakan dari pada pompa displasement. Akan tetapi untuk daerah-daerah khusus kita tetap akan mempergunakan pompa displacement.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penggunaannya pompa sentrifugal dibagi dua :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Axsial</li>
<li>Radial</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pompa yang kami bahas disini adalah pompa sentrifugal berbentuk volute (spiral) yang penggunaannya bergerak secara radial, karena sudu memberikan gerak putar terhadap rumah pompa pada zat cair yang berada di dalam impeller.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Prinsip Kerja :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pompa sentrifugal mempunyai sebuah impeller (baling-baling) untuk mengangkat zat cairan dari tepat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutarkan impeller di dalam zat cair. Maka zat cair yang ada didalam impeller, oleh dorongan sudu-sudu dapat berputar. Karena timbul gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari tengah impeller ke luar melalui saluran diantara sudu-sudu. Disini head tekanan zat cair menjadi lebih tinggi. Demikian pula head kecepatannya menjadi lebih tinggi karena mengalami percepatan. Zat cair yang keluar melalui 5 impeller ditampung oleh saluran berbentuk volut (spiral) dikelilingi impeller dan disalurkan keluar pompa melalui nosel. Didalam nosel ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan. Jadi impeller pompa berfungsi memberikan kerja pada zat cair sehingga energi yang dikandungnya menjadi lebih besar. Selisih energi per satuan berat atau head  total zat cair antara flens isap dan flens keluar disebut head total pompa. Dari uraian diatas jelas bahwa pompa sentrifugal dapat mengubah energi mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi enrgi fluida. Energi inilah yang mengakibatkan perubahan head tekanan , head kecepatan dan head potensial pada zat cair yang mengalir secara continue.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada keliling luar kipas, zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Dalam rumah pompa ini zat cair disalurkan sedemikian rupa, sehingga terdapat perubahan kecepatan ke dalam tekanan yang sempurna. Oleh karena ini, kolom zat cair dalam saluran kempa digerakkan. Zat cair ini bergerak dalam aliran yang tak terputus-putus dari saluran isap melalui pompa ke saluran kempa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/04/analisis-pompa-sentrifugal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Abnormal</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/04/orang-orang-abnormal/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/04/orang-orang-abnormal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 05:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>
		<category><![CDATA[orang gila]]></category>
		<category><![CDATA[upnormal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran manusia itu seumpama gelas yang penuh dengan air. Jika kita tidak mengeluarkan air tersebut dari dalam gelas, maka massa air tersebut tidak akan berkurang. Bahkan bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, air dan gelas tersebut akan menjadi keruh dan kotor. Begitu juga dengan pikiran. Ketika kita tengah memiliki beban pikiran yang berat, dan tidak membaginya dengan orang lain, maka dalam jangka waktu yang lama pikiran kita bisa sakit dan terganggu”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/kumpulan-upnormal.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-325" title="barisan orang gila" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/04/kumpulan-upnormal.jpg" alt="barisan orang gila" width="250" height="166" /></a>Kisah untuk para sahabat dan orang-orang diluar sana. Tentang sesuatu yang dianggap remeh-temeh, tak diperhatikan bahkan dicampakkan, tapi bukan untuk sebagian orang yang dikaruniai kelebihan kontekstual kebatinan. Dia tak takut terpapar menjadi orang tidak waras, dia telah Abnormal  sejak lahir tapi dia adalah orang ternormal yang saya kenal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1999, march.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pos kamling reyot yang kubangun bersama warga diperumahan sederhana yang kami tinggali adalah awal mula ku tergerak lahir batin untuk merawat mereka, mereka yang memiliki kekurangan kesehatan mental, orang-orang menyebutnya wong edan. padahal menurutku mereka tidak edan. <strong>&#8220;<em>Yang edan itu mereka yang tega menilap uang rakyat bermilyaran rupiah, notabene yang dibawah kelaparan tapi mereka dengan gaji yang lebih dari cukup masih saja merong-rong uang pajak…&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pak gendu Mulatif namaku, orang-orang disekitar kampung memanggilku dengan sebutan babah gendu, orang gila adalah tujuan utamaku mengabdi pada Tuhanku dan menyisakan umurku merawat mereka yang kehilangan kesadaran, saya akan membantu mereka itu ikrar saya sampai ajal menjemput nanti.<span id="more-323"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pos kamling itu sekarang  telah penuh dengan orang gila, mereka sering diganggu oleh anak-anak kecil yang melemparinya dengan batu, tentunya saudara kita yang tak waras ini tak bisa membalas karena sudah saya ikat agar tidak mengganggu warga sekitar, saya prihatin dan mengusir bocah-bocah nakal itu, orang-orang ini ku beri sandang dan makanan selayaknya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, tak terasa sudah dua bulan semenjak aku mengurusi pulahan orang terlantar ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pos kamling yang berusia uzur tak lagi kuat menahan saudara asuhku Ini, dan dalam kondisi kritis aku mengambil keputusan yang agak nyeleneh bagi sebagian besar orang, merawat orang-orang Abnormal bersama keluargaku tinggal dirumah kami, mereka kubuatkan tempat di samping rumahku, setiap pagi kumandikan dan kuberi makanan serta sering ku ajak berbincang walaupun ngalor-ngidul dan gak jelas juntrunganya, namanya juga orang gila bisikku dalam hati. Ngobrol dan menampung keluhan mereka adalah salah satu terapi agar mereka bisa normal kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>“Pikiran manusia itu seumpama gelas yang penuh dengan air. Jika kita tidak mengeluarkan air tersebut dari dalam gelas, maka massa air tersebut tidak akan berkurang. Bahkan bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, air dan gelas tersebut akan menjadi keruh dan kotor. Begitu juga dengan pikiran. Ketika kita tengah memiliki beban pikiran yang berat, dan tidak membaginya dengan orang lain, maka dalam jangka waktu yang lama pikiran kita bisa sakit dan terganggu”.<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya pijat dan obat-obatan adalah faktor yang tidak boleh ditinggalakan untuk kesembuhan mereka, tetapi yang paling utama adalah meminta pertolongan dari pemilik segalanya Allah SWT. kalau kita ingin sembuh mintalah pada yang punya kesehatan, kalau ingin kaya memohonlah pada pemiliki harta yang berlimpah, kalau kamu takut anjing dekatilah pemiliknya dan mintalah agar anjing itu diikat. Itu kiranya esensi hidup yang dapat saya ambil, toh kesembuahan Gusti Allah yang punya. pada waktunya mereka akan sembuh karena Allah menginginkanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun berganti tahun, sekarang tahun 2010 dua ratus lebih kepala upnormalisasai masih meliputi saya, bahkan alumnusnya sudah ribuan, tentunya saya tidak sendiri, anak saya dan beberapa orang membantu saya untuk kegiatan amal ini, yang  membuat saya terharu ketika alumnus padepokan ini telah banyak yang kembali normal  bahkan ada 2 orang alumnus yang mau membantu untuk merawat saudara mereka yang masih terperangkap belum sadarkan diri, sekarang mereka adalah pasangan suami istri yang dulunya penghuni yayasan galuh (yayasan penampung orang up normal ).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah seharusnya memahami bahwa orang gila adalah manuasia, mereka adalah orang-orang yang seharusnya diberi perhatian lebih, mereka juga mempunyai hak untuk hidup, hak mendapatkan kelayakan dalam berwarganegara, hak memperoleh perlindungan, yang saya lihat saat ini orang upnormal sering dianggap sampah yang ingin disisihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan jika ibu atau orang yang kita cintai dalam kondisi seperti itu dan tidak mendapatkan perhatian khusus, apakah kita sanggup jika melihat ibu kita yang tak berpakaian dengan wajah lusuh dipinggir trotoar dan sibuk mengorek-orek sampah mengais makanan bekas&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Tuhan berikanlah mereka perlindungan agar selalu diberi kekuatan lebih untuk menghadapi duniamu, saya berdoa agar pemerintah lebih sadar untuk mengurusi orang-orang upnormal ini dan memberikan tempat yang layak untuk mereka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/04/orang-orang-abnormal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapal Khusus Berdasarkan Fungsinya</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/04/kapal-khusus-berdasarkan-fungsinya/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/04/kapal-khusus-berdasarkan-fungsinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 05:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[kapal cargo]]></category>
		<category><![CDATA[kapal khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[kapal khusus adalah kapal yang digunakan untuk melakukan kegiatan dilaut untuk keperluan seperti mengangkut barang, mengangkut manusia atuapun untuk kegiatan lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/Kapal-Cargo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-316" title="Kapal Cargo" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/Kapal-Cargo-258x300.jpg" alt="Kapal Cargo" width="258" height="300" /></a>Kapal-kapal yang digunakan dalam kegiatan bukan untuk perang, akan disebut juga sesuai dengan barang/muatan yang pokok pada kapal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">1) Kapal dengan muatan barang disebut kapal barang <em>(cargo ship).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya sebelum kapal tersebut direncanakan untuk dibangun ditentukan terlebih dahulu jenis barang yang diangkut. Hal ini penting ditentukan sehubungan dengan besarnya ruangan yang dibutuhkan di dalam kapal untuk mengangkut barang dalam satuan berat yang sudah ditentukan oleh pemesan. Kalau kapal yang direncanakan untuk mengangkut bermacam- macam muatan (general) maka kapal tersebut dinamakan <em>General Cargo. </em>Pada umumnya kapal-kapal barang terutama general cargo dapat membawa penumpang kelas sampai 12 penumpang dan tetap dinamakan kapal barang. Kapal barang mempunyai kecepatan berkisar antara 8 s/d 25 Knot.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Kapal dengan muatan barang dan penumpang disebut Kapal barang penumpang <em>(Cargo passanger ship).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membatasi istilah kapal barang penumpang dan kapal penumpang barang pada umumnya selalu membingungkan. Maka dapat dipakai suatu ketentuan, bahwa jika kapal tersebut terutama digunakan untuk mengangkut barang disamping muatan penumpang disebut <span id="more-315"></span>kapal barang penumpang. Sedangkan jika kapal tersebut  digunakan terutama untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup besar, disamping itu juga barang misalnya seratus penumpang disamping muatan barang yang dibawanya maka disebut Kapal penumpang Barang. Apabila kapal mengangkut penumpang lebih dari 12 orang maka kapal tersebut harus menggunakan persyaratan keselamatan pelayaran sebagai kapal penumpang. Kapal penyeberangan atau kapal Ferry adalah termasuk kapal penumpang barang. Kapal penyeberangan fungsinya adalah untuk menghubungkan selat sebagai penyambung perhubungan darat yang terputus karena adanya selat. Oleh karena itu kapal penyeberangan dilengkapi dengan tempat fasilitas kendaraan, misal: mobil, truk, bus dan bahkan sarana tempat gerbong kereta api.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Kapal Penumpang <em>(passanger ship)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>;ialah kapal yang khusus mengangkut penumpang. Kapal penumpang ada yang besar dan ada yang kecil. Kapal penumpang kecil kebanyakan digunakan untuk pesiar antar pulau yang tak begitu jauh menyusuri pantai/sungai yang menghubungkan antar kota sebagai komunikasi transport. Kapal penumpang besar biasanya dipakai untuk pelayaran antar pulau yang jauh atau antar benua untuk tourist dan lain-lain. Kapal ini biasanya dilengkapi dengan akomodasi penumpang yang lebih baik dan fasilitas rekreasi misalnya kolam renang, bioskop dan tempat-tempat relaks lainnya. Selain itu kapal penumpang dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran yang lebih lengkap, dibandingkan dengan kapal-kapal lainnya misalnya sekoci penolong, baju penolong dan perlengkapan keselamatan lainnya. Semua kapal penumpang kecuali kapal penumpang cepat biasanya selalu membawa sedikit muatan barang.</p>
<p style="text-align: justify;">4) <em>Kapal pengangkut kayu (timber carrier atau log carrier) </em>ialah kapal yang</p>
<p style="text-align: justify;">fungsinya mengangkut kayu baik berupa kayu balok, kayu papan taukah kayu gelondongan. Umumnya sebagai muatan kayu yang diangkut diletakkan di atas geladak dan jumlah muatan digeladak kurang lebih 30% dari seluruh muatan yang diangkut. Oleh karena itu konstruksi dari dek/geladaknya harus dipasang perlengkapan untuk keperluan itu. Kayu yang diangkut di atas geladak dan diikat kuat dapat menambah daya apung cadangan, sehingga lambung timbul kapal pengangkut kayu relatip lebih kecil dibandingkan kapal barang. Oleh karena itu dikatakan bahwa kapal pengangkut kayu dianggap mempunyai free board khusus. Dalam menentukan stabilitas harus dianggap muatan geladak yang diikat dengan kuat merupakan satu bagian dari badan kapal.</p>
<p style="text-align: justify;">5) Kapal yang mengangkut muatan cair misalnya <em>(Kapal tank )</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Muatan pada kapal tanker mempunyai sifat khusus yang menjadi  perhatian untuk mengkonstruksikannya. Mengingat sifat zat cair yang selalu mengambil posisi yang sejajar dengan garis air, pada waktu kapal mengalami keolengan dan hal ini terjadi pada tangki-tangki yang tak diisi penuh. Oleh karena itu kapal tanker pada umumnya dilengkapi dengan sekat melintang dan sekat memanjang. Kapal tersebut dilengkapi dengan pompa dan instalasi pipa untuk bongkar dan muat minyak dari kapal dan ke kapal. Lambung timbul umumnya lebih kecil dibandingkan dengan kapal barang biasa untuk ukuran kapal yang relatif sama. Letak kamar mesin selalu di belakang terutama dimaksud untuk menghindari bahaya kebakaran.<strong><em></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">6) <em>Kapal pen gangkut peti kemas (Container Ship)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal yang dimaksud mengangkut barang yang sudah diatur di dalam peti-peti. Muatan peti kemas disamping di dalam palkah juga diletakkan di atas dek dengan pengikatan yang kuat, sehingga peti kemas tersebut tidak bergeser dari tempatnya semula pada saat berlayar. Dengan adanya muatan di atas geladak maka harus diperhatikan mengenai stabilitas kapal. Yang perlu diperhatikan ialah periode keolengan jangan sampai terlalu lincah, sebab membahayakan container yang ada di atas dek, lebih –lebih apabila sistim  pengikatannya kurang sempurna. Konstruksi peti kemas dibuat sedemikian rupa sehingga barang-barang yang ada didalamnya terjamin keamanan dari kerusakkan dan lain-lain. Kapal pengangkut peti kemas harus mempunyai fasilitas pelabuhan khusus Container.</p>
<p style="text-align: justify;">7) <em>Kapal pengangkut muatan curah (Bulk Carrier).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji-bijian yang dicurahkan langsung ke dalam palkah kapal. Ditinjau dari jenis muatannya ada beberapa macam yaitu sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">- Kapal pengangkut biji tambang yaitu kapal yang mengangkut muatan curah berupa biji-bijian hasil tambang misalnya biji besi, chrom, mangaan, bauxit dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">- Kapal pengangkut biji tumbuh-tumbuhan yaitu kapal yang mengangkut muatan curah berupa biji-bijian hasil tumbuhtumbuhan misal jagung, bulgur, beras, kedele dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">- Kapal pengangkut batubara atau sering disebut Collier yaitu kapal yang mengangkut muatan curah berupa batubara, cokes atau coal.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapal pengangkut muatan curah umumnya dibuat single dek dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan sistim isap untuk grain carrier. Tetapi untuk ore atau coal dipakai grab (bucket) &amp; conveyer. Khusus ore carrier biasanya mempunyai double bottom tank top yang tinggi dengan maksud untuk mempertinggi letak titik berat muatan, sehingga memperbaiki rolling periode kapal, lagi pula gerak kapal tidak terlalu kaku. Pada bulk carrier umumnya letak kamar mesin di belakang dengan maksud untuk mempermudah sistim bongkar muat.</p>
<p style="text-align: justify;">8). <em>Kapal pendingin. (refrigated cargo vessels).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal khusus yang digunakan untuk pengangkutan muatan yang perlu didinginkan gunanya untuk mencegah pembusukan dan kerusakan  muatan. Ruang muat dilengkapi dengan sistim isolasi dan sisitim pendinginan. Umumnya muatan dingin hanya diangkut pada satu jurusan saja. Jenis muatan misalnya : Buah-buahan, sayur-sayuran, daging dingin, daging beku, ikan, udang dan lain-lainnya.Meskipun ruang muat sudah dilengkapi dengan instalasi pendingin untuk mengawetkan muatan, tetapi kecepatan kapal masih relatif lebih cepat dibandingkan dengan kapal-kapal pada umumnya. Misal : kapal pengangkut buah-buahan kecepatan dinas antara 18 -21 Knots.</p>
<p style="text-align: justify;">9) <em>Kapal pengangkut ternak.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Karena muatannya adalah ternak, maka kapal jenis ini harus menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk ternak tersebut misalnya tempat makan, tempat kotoran yang dengan mudah dapat dibersihkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/04/kapal-khusus-berdasarkan-fungsinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja )</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/03/k3-kesehatan-dan-keselamatan-kerja/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/03/k3-kesehatan-dan-keselamatan-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Safety System]]></category>
		<category><![CDATA[K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja )]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[safety engineering]]></category>
		<category><![CDATA[safety first]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Secara filosofi K3 adalah suatu pemikiran dan adanya upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja untuk mencapai masyarakat adil dan makmur]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/abc.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-309" title="freedom" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/abc-300x225.jpg" alt="freedom" width="300" height="225" /></a>Pada posting kali ini akan dijelaskan beberapa implikasi yang berhubungan dengan K3 ( kesehatan dan keselamatan kerja ) khususnya di bidang perkapalan, K3 adalah faktor utama yang mutlak dikedepankan dari semua faktor dalam pengerjaan suatu proyek tetapi dalam realitas yang ada K3 hanyalah sekedar wacana yang seenaknya dilanggar serta disepelehkan, kemudian ada beberapa akhli teknik yang melihat situasi kompleks ini dan membuat aturan yang menjadikan keadaan terkontrol dalam pengerjaan proyek dengan melaksanakan ilmu K3.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara filosofi K3 adalah suatu pemikiran dan adanya upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Dibawah ini ada beberapa istilah dalam K3:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Potensi bahaya: Suatu keadaan dimana memungkinkan dapat<strong> </strong>menimbulkan kecelakaan.<strong></strong></li>
<li>Tingkat bahaya: Merupakan ungkapan adanya potensi bahaya secara relative / kondisi bahaya mungkin saja ada tetapi dapat tidak terjadi karena adanya tindakan.<span id="more-303"></span><strong></strong></li>
<li>Resiko: Kemungkinan terjadinya kecelakaan/ kerugian pada<strong> </strong>periode tertentu.<strong></strong></li>
<li>Insiden: Kejadian yang tidak diinginkan yang melebihi<strong> </strong>ambang batas badan atau struktur karena kontraksi dengan sumber bunyi.<strong></strong></li>
<li>Aman: Keadaan/kondisi dimana tidak adanya malapetaka.<strong></strong></li>
<li>Tindakan tidak aman: Suatu pelanggaran tergahap prosedure keselamatan<strong> </strong>yang memberikan peluang terjadinya kecelakaan.<strong></strong></li>
<li>Keadaan tidak aman: Suatu kondisi fisik/ keadaan bahaya yang mungkin<strong> </strong>dapat langsung mengakibatkan kecelakaan.<strong></strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di dalam bekerja, baik di kapal ataupun didarat, resiko kerja yang dihadapi sama berbahayanya. Untuk itu didalam bekerja aturan–aturan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) perlu untuk diperhatikan dan dilakukan dengan semaksimal mungkin guna mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kapal ada beberapa tindakan-tindakan yang harus dipatuhi guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Memakai <em>safety shoes</em> setiap bekerja.</li>
<li>Memakai <em>ear plug</em> jika bekerja pada kondisi tingkat kebisingan yang melebihi ambang batas pendengaran.</li>
<li>Memakai helem kerja hal ini dilakukan untuk menghindari adanya material yang jatuh.</li>
<li>Memakai masker dan kaca mata ketika meggerinda dan membersihkan valve set.</li>
<li>Menggunakan safety belt ketika melakukan pengerjaan di ketinggian.</li>
<li>Memakai kaca mata las, masker dan sarung tangan pada saat melakukan pengelasan.</li>
<li>Menyediakan fasilitas PMK ( pemadam kebakaran ) ketika melakuakan pengerjaan pengelasan</li>
<li>Memakai sarung tangan ketika bekerja dengan benda–benda atau alat–alat yang tajam.</li>
<li>Menggunakan alat–alat kerja sesuai dengan fungsinya.</li>
<li> Memakai <em>crane</em> dan tekel ketika mengangkat beban yang berat.</li>
<li>Meletakkan barang dan alat pada tempatnya.</li>
<li>Selalu membersihkan tempat kerja dari sisa–sisa oli ketika selesai kerja, dan lain–lain yang disesuaikan dengan kondisi tempat kerja. Dan masih banyak yang lainnya yang belum dapat saya sebutkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa Tujuan dan Sasaran dari K3:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Perlindungan terhadap tenaga kerja agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatan</li>
<li>Perlindungan setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat</li>
<li>Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi</li>
<li>Mencegah atau mengurangi kecelakaan, kebakaran penyakit akibat kerja</li>
<li>Melindungi lingkungan sekitar dari bahaya pengerjaan proyek.</li>
<li>Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman dan sehat</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/03/k3-kesehatan-dan-keselamatan-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Kapal ( dilihat dari mesin penggerak utama )</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal-berdasarkan-mesin-penggerak-utama/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal-berdasarkan-mesin-penggerak-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 06:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[berdasarkan penggerak utama]]></category>
		<category><![CDATA[Gas turbine.]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin uap torak (Steam reciprocating engine)]]></category>
		<category><![CDATA[Motor pembakaran dalam (internal combustion engine).]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear Engine]]></category>
		<category><![CDATA[Turbine Electric Drive.]]></category>
		<category><![CDATA[Turbine uap (Steam turbine)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa faktor ekonomis dan faktor-faktor design akan menentukan mesin macam apa yang cocok untuk dipasang pada suatu kelas tertentu dari sebuah kapal. Jenis-jenis yang biasa dipakai diantaranya:Mesin uap torak (Steam reciprocating engine), Turbine uap (Steam turbine), Turbine Electric Drive, Motor pembakaran dalam (internal combustion engine), Gas turbine dan Nuclear Engine.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/tanker.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-296" title="tanker" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/tanker-300x225.jpg" alt="tanker" width="300" height="225" /></a>Rasanya kurang afdol jika saya memberikan ilmu setengah-setengah karena kemarin  saya meluncurkan artikel tentang jenis-jenis kapal berdasarkan bahan pembuatanya dan alat penggeraknya, kali ini saya akan posting tentang jenis-jenis kapal tetapi dengan sudut pandang atau dilihat dari mesin penggerak utamanya, sialhkan dibaca dan menanyakan apa yang perlu ditanyakan InsyaALLAH saya akan jawab semaksimal mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C. Kapal Berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa faktor ekonomis dan faktor-faktor design akan menentukan mesin macam apa yang cocok untuk dipasang pada suatu kelas tertentu dari sebuah kapal. Jenis-jenis yang biasa dipakai diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">1) <em>Mesin uap torak (Steam reciprocating engine)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya yang dipakai adalah <em>triple expansion engine (silinder tiga) </em>atau <em>double Compound engine.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Keuntungan:</em></p>
<ul>
<li>mudah pemakaian dan pengontrolan.</li>
<li>mudah berputar balik (<em>reversing) </em>dan mempunyai kecepatan putar yang sama dengan perputaran propeller.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Kerugiannya:<span id="more-295"></span></em></p>
<ul>
<li>konstruksinya berat dan memakan banyak tempat serta pemakaian bahan bakar besar.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">2) <em>Turbine uap (Steam turbine)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tenaga yang dihasilkan oleh mesin semacam ini sangat rata dan uniform dan pemakaian uap sangat efisien baik pada tekanan tinggi ataupun rendah. Kejelekannya yang utama adalah tidak dapat berputar balik atau <em>non reversible </em>sehingga diperlukan <em>reversing turbine </em>yang tersendiri khusus untuk keperluan tersebut. Juga putarannya sangat tinggi sehingga, <em>reduction propeller gear, </em>sangat diperlukan untuk membuat perputaran propeller jangan terlalu tinggi. <em>Vibration </em>sangat kecil dan pemakaian bahan bakar kecil kalau dibandingkan dengan mesin uap torak. Mesin semacam ini dapat dibuat bertenaga sangat besar, oleh karena itu digunakan untuk kapal yang membutuhkan tenaga besar.</p>
<p style="text-align: justify;">3) <em>Turbine Electric Drive.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kapal yang modern memakai sistem dimana suatu turbin memutarkan sebuah elektrik generator, sedangkan propeller digerakkan oleh suatu motor yang terpisah tempatnya dengan mempergunakan aliran listrik dari generator tadi. Disini <em>reversing turbine </em>yang tersendiri dapat dihapuskan dengan memakai sistim ini sangat mudah operasi mesin-mesinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">4) <em>Motor pembakaran dalam (internal combustion engine).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mesin yang paling banyak dipakai adalah motor bensin untuk tenaga kecil (motor tempel atau out board motor). Sedangkan tenaga yang lebih besar dipakai mesin diesel yang dibuat dalam suatu unit yang besar untuk kapal-kapal yang berkecepatan rendah dan sedang Keuntungannya dapat langsung diputar balik dan dapat dipakai dengan cara kombinasi dengan beberapa unit kecil. Untuk tenaga yang sama, jika dibandingkan dengan mesin uap akan lebih kecil ukurannya. Dengan adanya kemajuan dalam pemakaian <em>turbo charger </em>untuk <em>supercharging </em>maka beratnyapun dapat diperkecil dan penghasilan tenaga dapat dilipat gandakan.</p>
<p style="text-align: justify;">5) <em>Gas turbine.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Prinsipnya adalah suatu penggerak yang mempergunakan udara yang dimampatkan (dikompresikan) dan dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar yang disemprotkan dan kemudian setelah terjadi peledakan udara yang terbakar akan berkembang. Kemudian campuran gas yang dihasilkan itu yang dipakai untuk memutar turbine. Gas yang telah terpakai memutar turbine itu sebelum dibuang masih dapat dipakai untuk “<em>heat exchangers</em>” sehingga pemakaiannya dapat seefektif mungkin. Type mesin ini yang sebetulnya adalah kombinasi dari “F<em>ree Piston Gas Fier</em>” dan gas turbine belum banyak dipakai oleh kapal-kapal dagang. Research mengenai mesin ini masih banyak dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">6). Nuclear Engine</p>
<p style="text-align: justify;">Bentuk Propulsi ini hanya dipakai pada kapal-kapal besar non komersil seperti kapal induk, kapal perang sehingga kapal yang memakainya masih terbatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal-berdasarkan-mesin-penggerak-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Kapal</title>
		<link>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal/</link>
		<comments>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 14:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yunus chalim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ship]]></category>
		<category><![CDATA[engineering]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi kapal]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kapal]]></category>
		<category><![CDATA[perkapalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://me-poltekkapal.info/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum penggolongan kapal dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu, kapal menurut bahannya, Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya,  Kapal berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya, Kapal Khusus Berdasarkan fungsiya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/IMG_3266.JPG"><img class="alignleft size-medium wp-image-290" title="kapal sar semarang" src="http://me-poltekkapal.info/wp-content/uploads/2010/03/IMG_3266-300x225.jpg" alt="kapal sar semarang" width="300" height="225" /></a>Secara umum penggolongan kapal dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu, kapal menurut bahanya, Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya,  Kapal berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya, Kapal Khusus Berdasarkan fungsiya. pada posting kali ini saya akan menjelaskan tentang pembagian kapal menurut bahannya dan kapal berdasarkan alat penggeraknya, berikut adalah penjelasan secara detailnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A. Kapal Menurut Bahannya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahan untuk membuat kapal bermacam-macam adanya dan tergantung dari tujuan serta maksud pembuatan itu. Tentunya dicari bahan yang paling ekonomis sesuai dengan keperluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">1) Kapal kayu adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari kayu</p>
<p style="text-align: justify;">2) Kapal fiberglass adalah kapal yang seluruh kontruksi badan kapal dibuat dari fiberglass.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Kapal ferro cement adalah kapal yang dibuat dari bahan semen yang diperkuat dengan baja sebagai tulang-tulangnya. Fungsi tulangan ini sangat menentukan karena tulangan ini yang akan menyanggah <span id="more-287"></span>seluruh gaya-gaya yang bekerja pada kapal. Selain itu tulangan ini juga digunakan sebagai tempat perletakan campuran semen hingga menjadi satu kesatuan yang benar-benar homogen, artinya bersama-sama bisa menahan gaya yang datang dari segala arah.</p>
<p style="text-align: justify;">4) Kapal Aluminium adalah kapal yang dibuat dengan bahan dasar aluminium, kapal ini biasanya adalah kapal-kapal khusus yang memiliki biaya pembangunan lebih mahal dari pada kapal berbahan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">4) Kapal baja adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari baja. Pada umumnya kapal baja selalu menggunakan sistem konstruksi las, sedangkan pada kapal-kapal sebelum perang dunia II masih digunakan konstruksi keling. Kapal pertama yang menggunakan sistem konstruksi las adalah kapal Liberty, yang dipakai pada waktu perang dunia II. Pada waktu itu masih banyak kelemahan-kelemahan pada sistim pengelasan, sehingga sering dijumpai keretakan-keretakan pada konstruksi kapalnya. Dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam teknik pengelasan dan teknologi pembuatan kapal, kelemahan-kelemahan itu tidak dijumpai lagi. Keuntungan sistem las adalah bahwa pembuatan kapal menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan konstruksi keling. Disamping pada konstruksi las berat kapal secara keseluruhan menjadi lebih ringan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penggerak kapal juga menentukan klasifikasi kapal sesuai dengan tujuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">1) Kapal dengan menggunakan alat penggerak layar. Pada jenis ini kecepatan kapal tergantung pada adanya angin. Banyak kita jumpai pada kapal-kapal latih dan pada kapal barang tetapi hanya terbatas pada kapal- kapal kecil saja.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Kapal dengan menggunakan alat penggerak <em>padle wheel </em>Sistim <em>padle wheel</em>, pada prinsipnya adalah gaya tahanan air yang menyebabkan/menimbulkan gaya dorong kapal (seperti dayung). Padle wheel dipasang dikiri dan kanan kapal dan gerak putarnya dibantu oleh mesin. Umumnya digunakan di daerah yang mempunyai perairan yang tenang misalnya di danau, sungai sebagai kapal-kapal pesiar.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Kapal dengan menggunakan alat penggerak <em>jet propultion </em>Sistim ini pada prinsipnya adalah air diisap melalui saluran di muka lalu didorong ke belakang dengan pompa hingga menimbulkan <em>impuls </em>(jet air ke belakang). Sistim ini banyak kita jumpai pada <em>tug boat </em>tetapi fungsinya untuk mendorong bukan menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">4) Kapal dengan menggunakan alat penggerak <em>propeller </em>(baling-baling). Kapal bergerak karena berputarnya baling yang dipasang di belakang adan kapal sehingga menimbulkan daya dorong. Alat penggerak inilah yang pada umumnya digunakan pada saat sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://me-poltekkapal.info/2010/03/jenis-kapal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
