Ilmu Perkapalan Dan Teknologi Kelautan

Marine Engineering Yunus Chalim Blog'S

Rencana Umum ( General Arrangement )

rencana umum

rencana umum

Rencana umum atau general arangement dari suatu kapal dapat didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan ( fungsi ) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk mencapai ruangan tersebut. Sehingga dari batasan diatas, ada 4 langkah yang harus dikerjakan, yaitu :

- Menetapkan ruangan utama.

- Menetapkan batas – batas dari setiap ruangan.

- Memilih dan menempatkan perlengkapan dan peralatan dalam batas dari ruangan tersebut.

- Menyediakan jalan untuk menuju ruangan tersebut.

Langkah – Langkah Dalam Merencanakan General Arrangement Suatu Kapal

Pembagian ruangan – ruangan utama ( main – spaces ) yakni :

1. Ruangan Muatan.

2. Ruangan mesin.

3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang.

4. Ruang Navigasi.

5. Tangki – tangki.

6. Ruangan lainnya.

1. Ruangan Muatan : ( cargo spaces ).

  • Menentukan kebutuhan volume ruang muatan berdasarkan jenis, jumlah dan specific volume dari muatan yang akan diangkut.
  • Menentukan panjang ruang muatan dan letak ruangan muatan kapal.
  • Menentukan jumlah dan letak dari transverse watertight bulkhead berdasarkan perhitungan flodable length ( watertight subdivision ) dengan memperhitungkan rules klasifikasi mengenai hal ini, termasuk ketentuan mengenai collision bulkhead ( Forepeak bulkhead ) dan after peak bulkhead ( stuffing box bulkhead ).
  • Menentukan tinggi double bottom berdasarkan peraturan klasifikasi.
  • Menentukan frame – spacing berdasarkan peraturan klasifikasi.
  • Menentukan jumlah dan tinggi geladak antara ( tween deck ) dengan memperhatikan jenis dari muatan yang diangkut kapal.
  • Menentukan jumlah dan ukuran serta letak dari hatchways ( lubang palkah ).
  • Menentukan jumlah, kapasitas dan letak dari ventilator trunk.

2. Ruangan Mesin : ( Machinery spaces ).

  • Menentukan letak ruang mesin ( ditengah kapal, dibelakang kapal atau diantara tengah dan belakang kapal ) dengan mempertimbangkan jenis muatan, volume ruang muatan, ballast dan trim dan lain – lain.
  • Menentukan kebutuhan volume ruangan mesin dan panjang ruang mesin dengan memperhatikan ukuran mesin induk dan layout kamar mesin.
  • Menentukan ukuran mesin induk berdasarkan jenis, jumlah tenaga dan putaran mesin.
  • Menentukan secara garis besar lay – out dari kamar mesin ( letak mesin induk, mesin – mesin bantu dan lain – lain peralatan utama ).
  • Menentukan tinggi pondasi mesin dengan memperhatikan tinggi double bottom dan tinggi propeller shaft ( sumbu baling – baling ).
  • Menentukan letak dan ukuran dari engine opening engine room skylight dan funnel ( cerobong ), dengan memperhatikan juga means of scape.
  • Untuk lay – out dari kamar mesin perlu juga di perhatikan settling dan service tanks.

3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang :

Menentukan letak, jumlah, jenis, kapasitas, dan ukuran dari ruangan – ruangan berikut ( termasuk perlengkapan didalamnya ) berdasarkan tingkatan dan jumlah anak buah kapal dan penumpang dengan memperhatikan super structure dan deck – house yang tersedia.

  • Sleeping room.
  • Mess room ( dining room ).
  • Washing accommodation.
  • Hospital.
  • Galley dan provision store.
  • Acces ( jalan ), ladder dan stairs dalam hubungannya dengan means of escape sesuai konvensi SOLAS 1960 / 1974.

4. Ruangan navigasi :

menentukan letak dan luas dari ruangan navigasi yang meliputi :

  • Wheel house.
  • Chart room.
  • Radio room.
  • Dalam hubungan dengan navigasi perlu diperhatikan letak, jenis dan jumlah dari lampu navigasi yang dibutuhkan.

5. Tangki – tangki :

Menentukan letak dan volume dari tangki – tangki ( yang merupakan bagian dari badan kapal ) berikut.

  • Tangki ballast.
  • Tangki air tawar, yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang dan radius pelayaran.
  • Tangki bahan bakar, yang didasarkan atas fuel consumption dan besarnya tenaga mesin serta radius pelayaran kapal. Pada umumnya dibedakan antara jenis bahan bakar H.V.F( Heavy Viscousity Fuel ) dan diesel oil.
  • Tangki minyak pelumas yang didasarkan atas kebutuhan minyak pelumas.
  • Tangki muatan cair ( deep – tanks untuk palm oil, latex, glyserine dan lain–lain ).

6. Ruangan – ruangan lain :

  • Steering gear compartment, menentukan letak dan ukuran ruangan jenis, kapasitas dan ukuran steering gear yang dipakai yang didasarkan atas momen torsi dari kemudi ( yang tergantung dari luas kemudi displacement dan kecepatan kapal ). Juga dengan memperhatikan persyaratan SOLAS convention 1969 / 1974. Untuk ruangan akomodasi perlu diperhatikan jenis, jumlah dan ukuran dari side scuttle ( jendela kapal = side lights ) dan ukuran dari pintu.
  • Menentukan lokasi dari ruangan untuk Emergency Source of Electrical Power.
  • Menentukan lokasi dari CO2 room.
  • Menentukan ruangan – ruangan berikut : Lamp store, paint store, rope store, electrical store, boatswain store etc.

Peralatan bongkar muat :

  • Menentukan jenis peralatan bongkar muat, jumlah, kapasitas dan ukuran dari derrick boom, mast, cargo winch yang didasarkan atas beban dari alat – alat bongkar muat ( S.W.L. = Safe Working Load ), berikut penempatan dari peralatan bongkar muat tersebut.

Life – boat dan launching devices :

  • Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dan ukuran life boat serta penempatannya yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang serta lokasi dari tempat tinggal anak – buah kapal dan penumpang diatas kapal.
  • Menentukan jenis launching devices ( dewi – dewi = davits ), ukuran dan kapasitasnya yang didasarkan atas berat life – boat dan cara peluncurannya.

Peralatan Tambat :

  • Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dari peralatan tambat berikut beserta penempatannya diatas kapal : Windlass ( mesin jangkar = anchor winch )Bollard ( bolder ). Warping winch. Port gangway ( tangga kapal ). Mooring capstan.
  • Menentukan ukuran jangkar, rantai jangkar dan tali temalikapal yang di gabung atas equipment number dari peraturan klasifikasi.
  • Menentukan ukuran dan letak dari chainlocker (kotak rantai)
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • Blogosphere News

Other Articel

2 Responses to “Rencana Umum ( General Arrangement )”

  1. lama gak ke surabaya, inget karena besok sore anak pergi ke jogja lewat surabaya

  2. Akhirnya Nohan diterima dI UGM, padahal d ITS saya sdh menunggu…. syukur deh pak semoga Nohan jadi mahasiswi yang berprestasi… amiennnn…

Leave a Reply

  • "kekuatanlah yang mengatur dunia, bukan pendapat, tapi pendapat yang membuat kita menggunakan kekuatan"
  • rank