Rencana Umum ( General Arrangement )
Rencana umum atau general arangement dari suatu kapal dapat didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan ( fungsi ) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk mencapai ruangan tersebut. Sehingga dari batasan diatas, ada 4 langkah yang harus dikerjakan, yaitu :
- Menetapkan ruangan utama.
- Menetapkan batas – batas dari setiap ruangan.
- Memilih dan menempatkan perlengkapan dan peralatan dalam batas dari ruangan tersebut.
- Menyediakan jalan untuk menuju ruangan tersebut.
Langkah – Langkah Dalam Merencanakan General Arrangement Suatu Kapal
Pembagian ruangan – ruangan utama ( main – spaces ) yakni :
1. Ruangan Muatan.
2. Ruangan mesin.
3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang.
4. Ruang Navigasi.
5. Tangki – tangki.
6. Ruangan lainnya.
1. Ruangan Muatan : ( cargo spaces ).
- Menentukan kebutuhan volume ruang muatan berdasarkan jenis, jumlah dan specific volume dari muatan yang akan diangkut.
- Menentukan panjang ruang muatan dan letak ruangan muatan kapal.
- Menentukan jumlah dan letak dari transverse watertight bulkhead berdasarkan perhitungan flodable length ( watertight subdivision ) dengan memperhitungkan rules klasifikasi mengenai hal ini, termasuk ketentuan mengenai collision bulkhead ( Forepeak bulkhead ) dan after peak bulkhead ( stuffing box bulkhead ).
- Menentukan tinggi double bottom berdasarkan peraturan klasifikasi.
- Menentukan frame – spacing berdasarkan peraturan klasifikasi.
- Menentukan jumlah dan tinggi geladak antara ( tween deck ) dengan memperhatikan jenis dari muatan yang diangkut kapal.
- Menentukan jumlah dan ukuran serta letak dari hatchways ( lubang palkah ).
- Menentukan jumlah, kapasitas dan letak dari ventilator trunk.
2. Ruangan Mesin : ( Machinery spaces ).
- Menentukan letak ruang mesin ( ditengah kapal, dibelakang kapal atau diantara tengah dan belakang kapal ) dengan mempertimbangkan jenis muatan, volume ruang muatan, ballast dan trim dan lain – lain.
- Menentukan kebutuhan volume ruangan mesin dan panjang ruang mesin dengan memperhatikan ukuran mesin induk dan layout kamar mesin.
- Menentukan ukuran mesin induk berdasarkan jenis, jumlah tenaga dan putaran mesin.
- Menentukan secara garis besar lay – out dari kamar mesin ( letak mesin induk, mesin – mesin bantu dan lain – lain peralatan utama ).
- Menentukan tinggi pondasi mesin dengan memperhatikan tinggi double bottom dan tinggi propeller shaft ( sumbu baling – baling ).
- Menentukan letak dan ukuran dari engine opening engine room skylight dan funnel ( cerobong ), dengan memperhatikan juga means of scape.
- Untuk lay – out dari kamar mesin perlu juga di perhatikan settling dan service tanks.
3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang :
Menentukan letak, jumlah, jenis, kapasitas, dan ukuran dari ruangan – ruangan berikut ( termasuk perlengkapan didalamnya ) berdasarkan tingkatan dan jumlah anak buah kapal dan penumpang dengan memperhatikan super structure dan deck – house yang tersedia.
- Sleeping room.
- Mess room ( dining room ).
- Washing accommodation.
- Hospital.
- Galley dan provision store.
- Acces ( jalan ), ladder dan stairs dalam hubungannya dengan means of escape sesuai konvensi SOLAS 1960 / 1974.
4. Ruangan navigasi :
menentukan letak dan luas dari ruangan navigasi yang meliputi :
- Wheel house.
- Chart room.
- Radio room.
- Dalam hubungan dengan navigasi perlu diperhatikan letak, jenis dan jumlah dari lampu navigasi yang dibutuhkan.
5. Tangki – tangki :
Menentukan letak dan volume dari tangki – tangki ( yang merupakan bagian dari badan kapal ) berikut.
- Tangki ballast.
- Tangki air tawar, yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang dan radius pelayaran.
- Tangki bahan bakar, yang didasarkan atas fuel consumption dan besarnya tenaga mesin serta radius pelayaran kapal. Pada umumnya dibedakan antara jenis bahan bakar H.V.F( Heavy Viscousity Fuel ) dan diesel oil.
- Tangki minyak pelumas yang didasarkan atas kebutuhan minyak pelumas.
- Tangki muatan cair ( deep – tanks untuk palm oil, latex, glyserine dan lain–lain ).
6. Ruangan – ruangan lain :
- Steering gear compartment, menentukan letak dan ukuran ruangan jenis, kapasitas dan ukuran steering gear yang dipakai yang didasarkan atas momen torsi dari kemudi ( yang tergantung dari luas kemudi displacement dan kecepatan kapal ). Juga dengan memperhatikan persyaratan SOLAS convention 1969 / 1974. Untuk ruangan akomodasi perlu diperhatikan jenis, jumlah dan ukuran dari side scuttle ( jendela kapal = side lights ) dan ukuran dari pintu.
- Menentukan lokasi dari ruangan untuk Emergency Source of Electrical Power.
- Menentukan lokasi dari CO2 room.
- Menentukan ruangan – ruangan berikut : Lamp store, paint store, rope store, electrical store, boatswain store etc.
Peralatan bongkar muat :
- Menentukan jenis peralatan bongkar muat, jumlah, kapasitas dan ukuran dari derrick boom, mast, cargo winch yang didasarkan atas beban dari alat – alat bongkar muat ( S.W.L. = Safe Working Load ), berikut penempatan dari peralatan bongkar muat tersebut.
Life – boat dan launching devices :
- Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dan ukuran life boat serta penempatannya yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan penumpang serta lokasi dari tempat tinggal anak – buah kapal dan penumpang diatas kapal.
- Menentukan jenis launching devices ( dewi – dewi = davits ), ukuran dan kapasitasnya yang didasarkan atas berat life – boat dan cara peluncurannya.
Peralatan Tambat :
- Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dari peralatan tambat berikut beserta penempatannya diatas kapal : Windlass ( mesin jangkar = anchor winch )Bollard ( bolder ). Warping winch. Port gangway ( tangga kapal ). Mooring capstan.
- Menentukan ukuran jangkar, rantai jangkar dan tali temalikapal yang di gabung atas equipment number dari peraturan klasifikasi.
- Menentukan ukuran dan letak dari chainlocker (kotak rantai)









budies
lama gak ke surabaya, inget karena besok sore anak pergi ke jogja lewat surabaya
yunus chalim
Akhirnya Nohan diterima dI UGM, padahal d ITS saya sdh menunggu…. syukur deh pak semoga Nohan jadi mahasiswi yang berprestasi… amiennnn…