Ultrasonic Test for Welding Check
Ultrasonic test ( UT ) adalah suatu test pada logam yang digunakan untuk mengecek hasil las-lasan atau kekuatan logam material dengan memancarkan gelombang magnetik menggunakan prop dan layar pembaca. Pada pengecekan hasil las-lasan ( welding ) yang pernah saya lakukan pada foundation deck crane dilakukan dengan metode Ultrasonic test ( UT ) ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil untuk menela’a lebih lanjut tentang proses Ultrasonic test ( UT ), memang banyak kelebihan dengan penggunaan test ini pada hasil las-lasan tapi banyak juga kekurangan dibandingkan test lain seperti penetrant test, infrared test dll, perlu diketahui Ultrasonic test merupakan jenis test yang tidak merusak atau disebut non destruktive test ( NDT ), dibawah ini adalah sedikit cerminan pengetahuan saya tentang ultrasonic test .
- Prosedur pelaksanaan ultrasonic test
a. Melakukan penggerindaan pada daerah yang akan diuji.
b. Persiapan peralatan, melakukan pengaturan pada alat ultasonic.
c. Membasahi bagian las-lasan yang akan diamati dengan ultra gel.
d. Mengarahkan bagian prop dari alat ultasonic ke sasaran yang akan diamati.
e. Mengamati tampilan pada layar apakah terdapat gelombang yang terindikasi sebagai cacat las.
f. Menandai dengan steel marker apabila terdapat cacat las.
- Metode ultrasonic memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:
a. Mempunyai kekuatan penetrasi yang tinggi sehingga bisa digunakan pada material dengan ketebalan sampai 6 meter ( tergantung dari sensivitas alatnya ).
b. Memiliki sensitivitas tinggi, sehingga bisa mendeteksi cacat yang sangat kecil.
c. Memiliki akurasi yang lebih baik dari metode NDT ( non destructive test ) lainnya dalam menentukan posisi, orientasi ukuran, dan bentuk cacat internal.
d. Hanya membutuhkan satu permukaan yang dapat diakses.
e. Tidak berbahaya bagi operator dan orang di sekitarnya
f. Outputnya bisa diproses dengan computer untuk mengetahui karakteristik cacat dan untuk menentukan sifat sifat material.
- Kekurangan metode ultrasonic
a. Hasinya tidak dapat didokumentasikan.
b. Bagian yang tidak rata, ketidakteraturan bentuk, komponen yang sangat kecil atau sangat tipis, atau yang tidak homogen sulit diinspeksi
c. Dibutuhkan couplant antara transducer ultrasonic dengan bagian yang sedang diinspeksi.
d. Dibutuhkan reference standart untuk pengkalibrasian dan untuk mengetahui karakteristik cacat.








zulhaq
tiap hari ngamatin welder welder alat berat, baru tau kalo ada istilah ini
nurhayadi
Maaf untuk berpisah
Pecinta Kuliner
‘Pa kabar Sobat??
Maaf ya PK baru ngisi absen lagi…
Pecinta Kuliner
Mampir lagi ah.. sseneng nih baca-baca di Blog Om Yunus yg keren
budies
lamo tak kunjuang ke sini, gimano kabarnyo
yunus chalim
Alhamdulillah baik pak Budi,, beberapa bulan ini banyak sekali tugas kuliah dan mengerjakan tugas akhir jadi jarang buka blog pak…