Orang-Orang Abnormal
Kisah untuk para sahabat dan orang-orang diluar sana. Tentang sesuatu yang dianggap remeh-temeh, tak diperhatikan bahkan dicampakkan, tapi bukan untuk sebagian orang yang dikaruniai kelebihan kontekstual kebatinan. Dia tak takut terpapar menjadi orang tidak waras, dia telah Abnormal sejak lahir tapi dia adalah orang ternormal yang saya kenal.
1999, march.
Pos kamling reyot yang kubangun bersama warga diperumahan sederhana yang kami tinggali adalah awal mula ku tergerak lahir batin untuk merawat mereka, mereka yang memiliki kekurangan kesehatan mental, orang-orang menyebutnya wong edan. padahal menurutku mereka tidak edan. “Yang edan itu mereka yang tega menilap uang rakyat bermilyaran rupiah, notabene yang dibawah kelaparan tapi mereka dengan gaji yang lebih dari cukup masih saja merong-rong uang pajak…”
Pak gendu Mulatif namaku, orang-orang disekitar kampung memanggilku dengan sebutan babah gendu, orang gila adalah tujuan utamaku mengabdi pada Tuhanku dan menyisakan umurku merawat mereka yang kehilangan kesadaran, saya akan membantu mereka itu ikrar saya sampai ajal menjemput nanti.
Pos kamling itu sekarang telah penuh dengan orang gila, mereka sering diganggu oleh anak-anak kecil yang melemparinya dengan batu, tentunya saudara kita yang tak waras ini tak bisa membalas karena sudah saya ikat agar tidak mengganggu warga sekitar, saya prihatin dan mengusir bocah-bocah nakal itu, orang-orang ini ku beri sandang dan makanan selayaknya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, tak terasa sudah dua bulan semenjak aku mengurusi pulahan orang terlantar ini.
Pos kamling yang berusia uzur tak lagi kuat menahan saudara asuhku Ini, dan dalam kondisi kritis aku mengambil keputusan yang agak nyeleneh bagi sebagian besar orang, merawat orang-orang Abnormal bersama keluargaku tinggal dirumah kami, mereka kubuatkan tempat di samping rumahku, setiap pagi kumandikan dan kuberi makanan serta sering ku ajak berbincang walaupun ngalor-ngidul dan gak jelas juntrunganya, namanya juga orang gila bisikku dalam hati. Ngobrol dan menampung keluhan mereka adalah salah satu terapi agar mereka bisa normal kembali.
“Pikiran manusia itu seumpama gelas yang penuh dengan air. Jika kita tidak mengeluarkan air tersebut dari dalam gelas, maka massa air tersebut tidak akan berkurang. Bahkan bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, air dan gelas tersebut akan menjadi keruh dan kotor. Begitu juga dengan pikiran. Ketika kita tengah memiliki beban pikiran yang berat, dan tidak membaginya dengan orang lain, maka dalam jangka waktu yang lama pikiran kita bisa sakit dan terganggu”.
Tentunya pijat dan obat-obatan adalah faktor yang tidak boleh ditinggalakan untuk kesembuhan mereka, tetapi yang paling utama adalah meminta pertolongan dari pemilik segalanya Allah SWT. kalau kita ingin sembuh mintalah pada yang punya kesehatan, kalau ingin kaya memohonlah pada pemiliki harta yang berlimpah, kalau kamu takut anjing dekatilah pemiliknya dan mintalah agar anjing itu diikat. Itu kiranya esensi hidup yang dapat saya ambil, toh kesembuahan Gusti Allah yang punya. pada waktunya mereka akan sembuh karena Allah menginginkanya.
Tahun berganti tahun, sekarang tahun 2010 dua ratus lebih kepala upnormalisasai masih meliputi saya, bahkan alumnusnya sudah ribuan, tentunya saya tidak sendiri, anak saya dan beberapa orang membantu saya untuk kegiatan amal ini, yang membuat saya terharu ketika alumnus padepokan ini telah banyak yang kembali normal bahkan ada 2 orang alumnus yang mau membantu untuk merawat saudara mereka yang masih terperangkap belum sadarkan diri, sekarang mereka adalah pasangan suami istri yang dulunya penghuni yayasan galuh (yayasan penampung orang up normal ).
Pemerintah seharusnya memahami bahwa orang gila adalah manuasia, mereka adalah orang-orang yang seharusnya diberi perhatian lebih, mereka juga mempunyai hak untuk hidup, hak mendapatkan kelayakan dalam berwarganegara, hak memperoleh perlindungan, yang saya lihat saat ini orang upnormal sering dianggap sampah yang ingin disisihkan.
Bayangkan jika ibu atau orang yang kita cintai dalam kondisi seperti itu dan tidak mendapatkan perhatian khusus, apakah kita sanggup jika melihat ibu kita yang tak berpakaian dengan wajah lusuh dipinggir trotoar dan sibuk mengorek-orek sampah mengais makanan bekas….
Ya Tuhan berikanlah mereka perlindungan agar selalu diberi kekuatan lebih untuk menghadapi duniamu, saya berdoa agar pemerintah lebih sadar untuk mengurusi orang-orang upnormal ini dan memberikan tempat yang layak untuk mereka…








Fitri
Renungan artikel yang bagus. Salam kenal, mas.
ridwan
menginspirasi….
utk terus berbuat kebaikan dimanapun
budies
kalimat terakhir, itu kok pemerintah memberikan tempat yang layak…kayak doanya untuk orang …….
mas, mau tanya teknik mesin di its untuk pmdk kok hanya menerima perempuan itu kira-kira alasannya kenapa? anak saya nohan coba daftar ke sana
budies
kalimat terakhir, itu kok pemerintah memberikan tempat yang layak…kayak doanya untuk orang …….
mas, mau tanya teknik mesin di its untuk pmdk kok hanya menerima perempuan itu kira-kira alasannya kenapa? anak saya nohan coba daftar ke sana tahun ini
budies
doa in ya mas, semoga Nohan Arum Romadlona bisa kuliah di its. aku pingin sekali anakku bisa kuliah di jawa
yunus chalim
mbak fitri n mas ridwan : trima kasih
pak budi : saya doakan dan saya tunggu kedatangan Nohan di ITS
inge
inspiratif
thx for share ^^
mahdir ca
nus awkmu bukane abnormal..hehehe…just kidding,