Rocker Beriman
Kembali lagi dengan ku, ditempat refleksiku. Bukan di televisi, radio atau langsung bertatap muka dengan jamah sekalian. Cuma blog sederhana hibah dari seorang kawan, blog adalah sarana yang patut diperhitungkan dalam rana telekomunikasi masa ini. Saudara sekalian yang saya hormati, sebuah kisah nyata akan kembali saya guratkan di sebuah layar berukuran inch yang sering membuat mata minus karena terlalu lama memelototinya, semoga bisa sedikit bermanfaat.
Jumat, tahun 2009.
Siang ini begitu cerah kulihat planet besar itu masih menyala bersemangat menyinari bumi, aku sibuk mencari pakaian yang pantas untuk ku kenakan menghadap Tuhanku setelah sebelumnya mandi besar melengkapi kewajiban menuju masjid. Jumat kali ini tetap sama seperti jumat sebelumnya. Jumat yang penuh berkah, ketika jumat tiba kaum muslimin berbondong-bondong menuju masjid menunaikan sholat jumat, begitu bersemangat rombongan itu. Tapi kalau subuh, entahlah kemana rombongan itu?, Mungkin sedang asyik menarik kain sarung menutup telinga dari gangguan weker dibandingkan menuju rumah Allah, kita lebih setia bertemu bidadari cantik di alam bawah sadar, padahal ketakutan yang amat besar bagi kaum kafirin jika jama’ah subuhan sama dengan jama’ah jum’atan. Baik secara kwantitas yang ditunjukan berapa kepala yang hadir di absensi malaikat pencatat amal Rokib dan Atip, ataupun secara kwalitas jika dilihat dar keseriusan kaum muslimin ketika menunaikan ibadah.
Khotib Masjid Ibrahim jumat ini diisi oleh pak yai asal gebang wetan kampung dekat INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS), begitu khusuk lantunan ayat alquran yang dibacakan, ku dengarkan dengan pasti, tak sanggup menahan kantuk kala itu dengan pasti pula mripatku mulai sepet menahan kantuk, seperti dibius oleh lantun qiro’ah. Disayap kanan duduk seorang kakek yang amat khusuk mendengarkan ceramah dari khotib sembari mantuk-mantuk si kakek juga berzikir sayup-sayup terdengar di telinga, disayap kiri mahasiswa berhem merah hitam bertuliskan teknik mesin sibuk dengan jenggot panjang miliknya, kelihatanya ia begitu bangga dengan sejumlah rambut yang tumbuh disekitar dagunya. Sedangkan Aku tetap sibuk, ya sibuk dengan kantukku merem melek kucoba mengusir penyakit itu, tersesat di alam bawah sadar. Bukan untuk di tiru kelakuan jama’ah seperti Ana (sok Arab). Masjid Ibrohim memang membius sebagian jamaah untuk memejamkan matanya, suasana yang sejuk dan nyaman pelakunya.
Sepulang dari masjid ada kabar buruk, si embak kandung yang sedang mbobot mengalami gangguan kesehatan, dikhawatirkan kandunganya mengalami masalah dan harus opname di salah satu Rumah sakit di kota mojokerto, kurang lebih 30 km dari tempat saya menimbah ilmu di sumur tua Sepuluh nopember.
Ketika itu segera ku putuskan untuk menjenguk si embak walupun rutinitas minggu ini padat merayap, asalkan segudang planning tidak macet lalu lintas masih dapat diatur walupun sedikit tersendat, traffic light sedang dalam kondisi kuning menuju hijau kala itu, aku telah mempersiapkan planing jauh hari untuk memacu kendaraan roda duaku, berbahan bakar strategi dan aksi. Tak apalah sejenak kutinggalkan skripsi dan mengatur traffic light lagi, menyalahkan lampu merah dan kubaktikan kasihku untuk embak tercinta.
Segera kutinggalkan system transmisi, perencanaan poros, gear, material dan daya mesin. Mulai ku dengan cairan infuse, suntikan, obat, nampan besi dan segudang peralatan medis lainnya. Merupakan hal baru jadi tau jalan Surabaya-mojokerto, kenalan baru, tentunya suasana baru.
Loh-loh ceritanya kok malah membahas kehidupan pribadi penulis toh, mana rocker yang beriman, imam masjid berselera hardrock?. sedang dalam proses “loading…….”. Lelaki itu bernama mas mul “Nama samaran”, dia adalah pasangan sehidup semati mbak kandungku, dia juga merangkap jabatan sebagai kakak iparku sekaligus takmir masjid yang sering kali menjadi pemimpin sholat dan zikir di komplek perumahanya “Griya pekukuhan”, perumahan ini juga disamarkan. Kedekatanku sebenarnya telah lama terjalin dengan mas Mul, selain Beliau humoris tidak bukan beliau juga pinter. Sering kali ku dengar petuahnya yang khas dan sering kali juga ku terbelalak melek mengetahui seabrek kekuranganku.
Sehari semalam di Rumah sakit banyak hikmah yang bisa dipetik, mengisi cawan ilmu yang masih mlompong, diskusi ringan tentang islam dan tentunya aliran music hard rock yang ku sendiri masih bayi. mulai dari nama grup music sampai gaya hidup mereka, faith no more, metalica, slayer, pantera, dll pokoknya namanya aneh-aneh. Fakta baru yang kuperoleh ternyata mas Mul adalah seorang rocker sejati, terbukti dari jumlah koleksi kaset tape yang berjumlah 400an lebih semunya lagu rock, dikumpulkan sejak masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP), itu menurut perhitungan pribadi ku secara random, jumlahnya bisa membengkak karena masih banyak kaset yang tersimpan dan belum terekspos oleh mripatku yang menunjukan gejala minus.
Fakta yang harus di renungkan:
Ternyata supervisor ini bukan orang sembarangan beliau tetap balansir dunia wal akhirat, music adalah gaya hidup tetapi Allah adalah misinya, tujuan hidupnya.
Jejak mas Mul juga di copy oleh salah seorang sahabatku, anggap saja namanya Faris “nama samaran”, beliau yang seumuran dengan ku juga menganut faham punk rock. Bahkan mas faris dan kawan-kawanya telah melahirkan “Branjang kawat”, hasil hubungan gelap dan diskusi panjang kelompok berkaos hitam itu. tapi untuk urusan ibadah beliau adalah kepala gerbong rekan seperjuangan, sering kali ajakan ke masjid untuk jama’ah ditawarkanya pada ku, dua rocker beriman yang kukenal adalah orang yang ku hormati dan hargai.
Nb: Branjang kawat adalah grup music aliran punk yang digawangi mas faris sebagai vocalis, asal kota krian-sidoarjo, kalo mau ngundang hubungi saja saya, (sok promosi)
Pertanyaan yang harus direnungkan ?.
Bagaimana nasib para rocker yang keblinger dan tak mengingat awal-mula penciptaanya sebagai khalifah, kebanyakan rocker hidup dalam dunia borjuis kaum nyeleneh?. “Yang penting asyik” sahut rocker lain yang pernah saya tanyai.
Pelajaran.
Tetaplah menuju Tuhanmu, dari manapun jalan yang kita tempuh, apapun warna kita. marialah kita ingat pada akhirnya kita akan kembali pada pemilik segalanya, pembesar di jagat raya, penguasa setiap nyawa.
ALLAH SWT.








hendro
semua itu memang dari pribadinya masing-masing,bagaimana menilai suatu music..
Lia Lovaa
Semoga mbak nya cepat sembuh ya..setuju banget tuh tetaplah menuju Tuhanmu, dari manapun jalan yang kita tempuh.
yak
wah, rocker beriman..
kalo awak pernah kenalnya sama rocker insyaf..
NURA
salam sobat
iya harusnya para rocker selalu merenungkan hal ini,,,agar tidak jadi rocker yang keblinger.
salam kenal juga mas,,
Bang Iwan
makasih banyak atas kunjungannya sobat
aulawi
hmmm tulisan yang hebat n sangat bermakna…salam kenal
soewoeng
SUBHANALLAH
lingkar cincin
Iya tergantung pada bagaimana kita menilainya,. Salam kenal:)
way of harmony
aslm gmn kalo tukeran link?:)
hendro
datang lagi dan meminta izin,,, bolehkah link sobat saya taruh di side bar blog saya dengan judul my live
yunus chalim
mbak way: sangat ingin…
mas hendro: monggo mas, lebih enak klo kita tukeran link saja..
problem: saya baru aktif ngeblog beberapa bulan mungkin 1 bln aktif, jujur saya belum tau link itu apa?, tukeranya gmana? mohon bimbingannya…!!
hendro
Wah sama dong sob saya juga masih baru,, kalau saya sih punya saran buat blogroll aja di side bar ,atau daftar di
http://www.plugme.net/ biar orang yang berkunjung bisa masukin linknya sendiri,,,,mudah2an bermanfaat masukannya ya sob…
Den Hanafi
Mantap nih postingan..
kunjungan prdana dan salam kenal, sobat.
sawali tuhusetya
semoag para rocker bisa kembali ke “khittah”-nya, menjadikan musik sbg sarana menuju jalan Tuhan. bravo rocker briman!
Kang Sugeng
kan rocker juga manusia Sob…. ya harus beriman donk…..
Anas
Wah, artikel punk rock… Semoga begitu, dan gak sakarepe dewe… Aku dukung Rocker beriman…
wiyono
Selamat siang, besar harapan kami untuk mengundang sahabat ikut berpartisipasi komentar di blog kami yang baru… komentar anda berharga bagi kami… di sini
way of harmony
tukeran link friend?
muhammad zakariah
subhanalah.. panutan buat rocker2 lain..
attayaya
apapun yang kita lakukan tetaplah pada jalan yang diridhoi-Nya
Nanang
Lebih bagus lagi kalau Rocker insyaf dan meninggalkan musik.
hendro
terima kasih sob linknya sudah di pasang di side bar saya…
wiyono
kunjungan malam hari… ingin minta follownya dari sobat blogger yang sudah top ini… terimakasih atas partisipasinya.. biar gak paki L silahkan Klik di sini aja program 1001 komentar, berprtisipasilah
yunus chalim
mas hen: Thanks mas,, semoga persahabatan bsa terjalin dengan baik..
pak haji wiyono: saya akan dukung sampyan pak haji..
saya masi ecek2,,, Blog sampyan lebih keren
dobleh yang malang
benar apa yg dikatakan om hendro…tergantung pribadinya
salam hangat dari blue
nurhayadi
Assalamu’alaikum, bertamu balik nih mas… trims telah bertamu ke blog saya. blog saudara sudah saya buat link di blog saya agar kunjungan lebih mudah.