Ilmu Perkapalan Dan Teknologi Kelautan

Marine Engineering Yunus Chalim Blog'S

Menyambut Tahun Baru Dengan Dosa???

kembang api tahun baruTahun 2009 akan segera beranjak dan berganti dengan 2010. so pasti jalan-jalan kota, tempat hiburan dan tempat nogkrong akan diramaikan dengan pesta, tiupan terompet, kembang api dan hura-hura kaum terpelajar ala jahiliyah, baik anak mudah atau orang tua membaur menjadi satu melepas sejenak kepenatan, padahal kepentingan untuk menunggu tanggal 1 januari pukul 00.00 sekaligus meniup terompet sebagai acuan yang tidak wajar bagi kaum muslimin, tp faktanya jutaan kaum muslim masih terperangkap pada uvoria tersebut, “oh tahun baru setahun sekali? so what? harus dirayain katanya”, sesaat menghabiskan waktu semalaman suntuk ditrotoar kota ditemani oleh beberapa kawan. padahal esok hari akan sama seperti kemarin, langkahnya minyak tanah, korupsi, bencana, pembunuhan, dan seambrek masalah negeri. masih mampu kita berpesta ditengah ketidak wajaran bangsa kita, dimana rasa malu kita terhadap keadaan?, ahh.. mungkin sudah terkikis oleh zaman yang mulai edan kali, sindiran atau sentilan diatas tidak bermaksud memanas-manasi rekan-rekan, saya cuma ingin mengedepankan kesadaran kawan-kawan dari pada uvoria sesaat alau kaum borjuis.

bolehkah merayakan tahun mashai menurut pandangan  islam?

islam memiliki hukum syara’ yang mengatur umatnya agar dapat berpegang teguh dalam ajaranya dan selalu menjadikan pedoman hidup biasa disebut haram, halal, mubah dan makruh.  mari kita tela’a perayaan tahun baru mashai dalam sudut pandang sebagai kaum muslimim.

Lalu apa hukumnya merayakan tahun baru masehi bagi seorang muslim? Jawaban singkat haram. Titik.
sedikit pengetahuan saja. Bahwa merayakan tahun baru masehi adalah bukan tradisi dari ajaran Islam. Meskipun jutaan atau miliaran umat Islam di dunia ini merayakan tahun baru masehi dengan sukacita dan lupa diri larut dalam gemerlap pesta kembang api atau melibatkan diri dalam hiburan berbalut maksiat tetap aja nggak lantas menjadikan tuh perayaan jadi boleh atau halal. Sebab, ukurannya bukanlah banyak atau sedikitnya yang melakukan, tapi patokannya kepada syariat.Oke?

So, sekadar tahu aja nih, tahun baru masehi itu sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani, lho. Masehi kan nama lain dari Isa Almasih dalam keyakinan Nasrani. Sejarahnya gini nih, menurut catatan di Encarta Reference Library Premium 2005, orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada tahun 45 SM jika mengunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus Kristus.

Tapi pada perkembangannya, ada seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius yang kemudian ‘memanfaatkan’ penemuan kalender dari Julius Caesar ini untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Itu sebabnya, penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti: in the year of our lord) alias Masehi. Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi)

Nah, Pope (Paus) Gregory III kemudian memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh bangsa Eropa, bahkan kini di seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Nasrani. “The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date.”, demikian keterangan dalam Encarta.

Di jaman Romawi, pesta tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua-ini bukan munafik maksudnya, tapi merupakan Dewa pintu dan semua permulaan. Jadi mukanya dua: depan dan belakang, depan bisa belakang bisa, kali ye?). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa (abad permulaan Masehi). Seiring muncul dan berkembangnya agama Nasrani, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai satu perayaan “suci” sepaket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu: Merry Christmas and Happy New Year, gitu lho.

Nah, jadi sangat jelas bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani. Jangankan yang udah jelas perayaan keagamaan seperti Natal, yang masih bagian dari ritual mereka seperti tahun baru masehi dan ada hubungannya serta dianggap suci aja udah haram hukumnya dilakukan seorang muslim. Why?

Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Swt.: ”

“Dan orang-orang yang tidak memberikan perasaksian palsu” (QS al-Furqaan [25]: 72)

Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulama Salaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “az-Zuura” (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.
Itu artinya, kalo sampe seorang muslim merayakan tahun baru masehi berarti melakukan persaksian palsu terhadap hari-hari besar orang kafir. Naudzubillahi min dzalik.

Padahal, kita udah punya hari raya sendiri, sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik ra, dia berkata, saat Rasulullah saw. datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar (’Ied) untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, “Dua hari untuk apa ini?” Mereka menjawab, “Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa jahiliyyah”. Lantas beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210)

Terus, boleh nggak sih kita merayakan tahun baru karena niatnya bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya, sekadar senang-senang aja gitu, sekadar refreshing deh.

Hmm.. ada baiknya kamu menyimak ucapan Umar Ibn Khaththab: “Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka” (Dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqy No. 18640)

Umar ra. berkata lagi, “Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka” (ibid, No. 18641) Dalam keterangan lain, seperti dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra, dia berkata, “Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka” (’Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarh hadits no. 3512)

Nah, berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadanya, juga gaya hidupnya), Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya jilid II, hlm. 50)

At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya.

Tasyabbuh yang dilarang dalam al-Quran dan as-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • Blogosphere News

Other Articel

6 Responses to “Menyambut Tahun Baru Dengan Dosa???”

  1. theme anyar jo, keren juga..

    gak ngerti cerita ne mbulet.. sing penting haram . [titik]

    tapi klo gw sih gak ngelihat bah tahun baru bah tahun lama sing penting tanggal siji warna merah. Paling tidak refreshing dari pusingnya pekerjaan [bukan senang2 red]

  2. iyo bank,, theme nyari2,, heheheh.. namanya juga masih pemula bank baru beberapa minggu aktif ngeblog,,,
    yang penting besoknya libur… hehehehehhehe..


  3. Cholis

    Okey2 nus q melu…
    Klau q seh yg pntng rme’na ja g pduli iku thun opo..hehehehe

  4. eits…. tahun baru islam saja yang diramaikan lis jg thun baru mashai… ok plend

  5. wes tobat ae,…ayo tobat.

  6. ok jeh….

Leave a Reply

  • "kekuatanlah yang mengatur dunia, bukan pendapat, tapi pendapat yang membuat kita menggunakan kekuatan"
  • rank